Ardi Aliansyah MPd Kepala Sekolah SMKN SPP Asahan


 ASAHAN-Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Sekolah Pertanian dan Perkebunan (SMKN SPP) Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan berhasil menciptakan terobosan. Dimana mereka berhasil membuat pupuk organik cair merk Panik Kali Bah, serta media tanam organik merk Coco Peat yang sudah teruji keunggulannya.

Produk unggulan yang berhasil diciptakan oleh para siswa/i SMKN SPP Rawang berupa produk unggulan pupuk organik cair yang terbuat dari bahan baku limbah sayuran rumah tangga dan media tanam organik merk Coco Peat yang berbahan dasar dari serbuk sabut buah kelapa.

Itu dikatakan Kasek SMKN SPP Rawang Ardi Aliansyah MPd kepada taslabnews, Sabtu ( 19/11/2022 ) pukul 11.00 Wib di ruang kerjanya. Menurutnya, ini sudah dipasarkan ke masyarakat.

Ardi juga memaparkan, selain produk unggulan kreatif berupa pupuk organik cair dan media tanam organik, siswa-siswi SMKN SPP Rawang juga berhasil mengembangkan produk unggulan lainnya seperti membudi dayakan tanaman pohon bonsai kelapa yang hasilnya juga sudah di pasarkan ke masyarakat.

Beberapa waktu yang lalu ke semua hasil produk unggulan ciptaan para siswa SMKN SPP ini juga ikut serta dalam ajang kontes bazar pada saat kunjungan Ketua DWP Provinsi Sumatera Utara Hj Raudatus Shafa Asren Nasution.

SMKN SPP Rawang saat ini memiliki sebanyak 295 orang siswa. Berbagai sarana dan prasarana atau fasilitas cukup lengkap turut menunjang terlaksananya proses belajar dan mengajar dengan baik.

Adapun fasilitas atau sarana dan prasarana yang mendukung didalamnya seperti tersedianya lahan persawahan padi untuk praktek siswa seluas 5 hektar (diluar dari lahan untuk tanaman lainnya), alat traktor untuk panen padi, traktor untuk pengolahan lahan serta ruang laboratorium Work shop.

Selanjutnya, para siswa SMKN SPP Rawang bukan hanya sekedar di didik untuk praktek menyangkul saja, tapi para siswa harus lebih bisa lagi menciptakan terobosan atau inovasi baru dalam bidang pertanian dan perkebunan seperti kopi, kepala sawit, padi serta tanaman lainnya.

Alumni ataupun siswa tamatan SMKN SPP sudah banyak yang diterima dan bekerja di perusahaan perkebunan baik milik swasta ataupun pemerintah.

Saat ini kendala yang dihadapi oleh SMKN SPP adalah kurangnya minat (animo) dari masyarakat atau orang tua murid untuk memasukkan anak anaknya ke sekolah jurusan pertanian dan perkebunan. Dan ini adalah suatu tantangan, bagaimana minat masyarakat kembali beralih untuk mengajak anak anaknya masuk dan belajar ke sekolah pertanian dan perkebunan, harap Ardi Aliansyah